Laman

There was an error in this gadget

Tuesday, March 13, 2012

Mobil Mewah Buang Sampah

Pagi ini masuk ke ruangan Music Library, iseng ku buka filling cabinet dan melihat-lihat buku lagu untuk Paduan Suara Anak. Sebenarnya semalam di rapat pemimpin PS Anak minta dicarikan lagu-lagu untuk PSnya. Makanya ku buka-buka buku lagu itu pagi ini.
Isinya pasti lagu bertema anak-anak yang cinta Tuhan dan komitmen hidup ala anak-anak untuk mengikut Yesus. Liriknya juga khas anak-anak banget, meskipun yang bikin lagu-lagunya saya tahu pasti bukan anak-anak lagi. Tapi hampir sampai halaman belakang, ada 1 lagu yang sangat menarik buatku. Judulnya seperti judul tulisan ini: "Mobil Mewah Buang Sampah", lagu ini diciptakan oleh A. Soetanta S. J pada tahun 2005. Lirik lagunya begini:

Ada mobil mewah lari di depanku, mobilku mengikutinya.
Kagum ku melihatnya. Tiba-tiba saja ia buka kaca.
Mobil mewah buang sampah mengenai mobilku.
Ku kecewa padamu, hilang kekagumanku.
Larilah hai mobil mewah jauh-jauh dari mobilku.
Jangan lagu buang sampah mengotori mobilku.
mobil mewah buang sampah sembarangan.

Lagu dengan lirik yang sederhana, tapi pesannya sangat kuat. Menarik buatku karena:
1. Pesan ekologisnya, yaitu tentang membuang sampah.
2. Lagu ini berhasil memotret dengan sangat baik fenomena sehari-hari. Sudah sangat sering kita melihat orang-orang (bukan cuma yg naik mobil mewah) membuang sampah mereka ketika di jalan.
3. Penciptaan lagu yang mengambil sudut pandang seorang anak yang lugu, tapi melek moral, bahwa buang sampah sembarangan itu buruk.

Tapi, rasanya agak sayang ketika lagu-lagu ini masuk ke dalam buku lagu nyanyian Paduan Suara Anak Kristen, karena lagu-lagu ini sepertinya susah mendapat tempat di ibadah mingguan. Yang memungkinkan adalah ketika gereja membuat event khusus tentang lingkungan. Tapi kapan ya? Sepertinya lebih penting membahas hubungan manusia dengan Tuhan dan sesama daripada dengan lingkungan. Yah, tidak sepenting itu sampai bisa mengadakan "Bulan Lingkungan"...

Tapi lagi, dimana lagi lagu seperti ini akan dipublikasikan. Paduan Suara anak tidak mendapat tempat di dunia hiburan. Yang dapet tempat adalah "paduan suara" remaja tanggung dengan modal tampang dan joget tapi kualitas vokal dan lagu nol.. hahahaha... Ironis... Yah, seperti perkataan teman remajaku: "Mereka bukan untuk di dengar, mas.. Tapi cuma untuk dilihat"... hahahahhaa... Betul... Betul.. Betul...

Gambar dari sini








3 comments:

  1. hahahhahaa, apik2..
    tapi emang nak dinyanyike jadinya kaya gmana?? jadi pengen dengerr... ^^

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahhaa... aku yo rak ngerti lagune.. besok kalo kamu ke kantor tak tunjukin trus nyanyi bareng2.. romantis to..
      hahahaha...

      Delete
  2. enaknya ditilang aja tuh mobil mewah.
    masa buang sampah sembarangan

    ReplyDelete